Mutiara Hadits 959 – MUSIBAH DAN BENCANA TIDAK MUNGKIN DATANG KECUALI DIUNDANG OLEH MAKSIAT DAN DOSA

Begitulah watak dan tingkah laku manusia yang tidak Allah Ta’ala berikan hidayah dan taufik, setiap musibah dan bencana selalu mereka katakan sebuah fenomena alam, padahal andai mereka mau mengambil pelajaran dari kisah kisah terdahulu didalam Alquran bahwa semua terjadi akibat durhakanya manusia, mereka kufur terhadap ayat ayat Allah Ta’ala.
Aqidah dan tauhid yang mereka seharusnya yakini sebagai pokok segala urusan akhirnya kandas dengan akal dan hawa nafsu, tidak kah mereka berfikir bahwa Allah Ta’ala penguasa dan pengatur alam semesta, Dia berkehendak sesuai kemauannya.

Allah Ta’ala, berfirman:

فَكُلًّا أَخَذْنَا بِذَنۢبِهِۦ ۖ فَمِنْهُمْ مَّنْ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِ حَاصِبًا وَمِنْهُمْ مَّنْ أَخَذَتْهُ الصَّيْحَةُ وَمِنْهُمْ مَّنْ خَسَفْنَا بِهِ الْأَرْضَ وَمِنْهُمْ مَّنْ أَغْرَقْنَا ۚ وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلٰكِنْ كَانُوٓا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

“Maka masing-masing (mereka itu) Kami azab karena dosa-dosanya, di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil, ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, ada yang Kami benamkan ke dalam Bumi, dan ada pula yang Kami tenggelamkan. Allah sama sekali tidak hendak menzalimi mereka, akan tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri.”
(QS. Al-‘Ankabut 29: Ayat 40)

Jadi jangan katakan itu fenomena alam, sesungguhnya alam semesta ada pada genggaman Allah Ta’ala, tidak mungkin itu terjadi kalau tidak diundang oleh maksiat dan dosa manusia, tengoklah dibeberapa kejadian pasti tingkah polah manusia durhaka yang banyak menyebabkan bencana dan musibah datang, dan kalau sudah terjadi tidak hanya menimpa pelaku nya saja tapi orang orang sholih ikut merasakan nya, untuk itu sudah kewajiban orang orang sholih melakukan amar ma’ruf nahi mungkar.

Allah Ta’ala, berfirman:

وَمَآ أَصٰبَكُمْ مِّنْ مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُوا عَنْ كَثِيرٍ
“Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah karena perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu).”
(QS. Asy-Syura 42: Ayat 30)

Ali bin Abi Tholib radhiyallahu ‘anhu mengatakan,

مَا نُزِّلَ بَلاَءٌ إِلاَّ بِذَنْبٍ وَلاَ رُفِعَ بَلاَءٌ إِلاَّ بِتَوْبَةٍ

“Tidaklah musibah tersebut turun melainkan karena dosa. Oleh karena itu, tidaklah bisa musibah tersebut hilang melainkan dengan taubat.”
Ibnu Qoyyim Al Jauziyah rahimahullah mengatakan, “Di antara akibat dari berbuat dosa adalah menghilangkan nikmat dan akibat dosa adalah mendatangkan bencana (musibah). Oleh karena itu, hilangnya suatu nikmat dari seorang hamba adalah karena dosa. Begitu pula datangnya berbagai musibah juga disebabkan oleh dosa.” (Al Jawabul Kaafi, hal. 87)

عن أم سلمة زوج النبي صلى الله عليه وسلم قالت: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: “إذا ظهرت المعاصي في أمتي، عَمَّهم الله بعذاب من عنده” . فقلت: يا رسول الله، أما فيهم أناس صالحون؟ قال: “بلى”، قالت: فكيف يصنع أولئك؟ قال: “يصيبهم ما أصاب الناس، ثم يصيرون إلى مغفرة من الله ورضوان“

“Dari Ummu Salamah, istri Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: Jika maksiat telah menyebar diantara umatku, Allah akan menurunkan adzab secara umum”. Ummu Salamah bertanya: Wahai Rasulullah, bukankah di antara mereka ada orang sholih? Rasulullah menjawab: Ya, Ummu Salamah berkata: Mengapa mereka terkena juga? Rasulullah menjawab: Mereka terkena musibah yang sama sebagaimana yang lain, namun kelak mereka mendapatkan ampunan Allah dan ridha-Nya”
(HR. Ahmad)

Oleh karena itu sungguh sangat logis, jika ingin menghindari bencana atau menghentikan bencana kita memohon ampunan dan taubat kepada Allah Ta’ala.
Banyak banyak bersyukur hilangkan bentuk kekufuran, perintah di taati larangan kita wajib hindari.

Allah Ta’ala, berfirman:

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرٰىٓ ءَامَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَآءِ وَالْأَرْضِ وَلٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنٰهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

“Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 96)

Marilah kita berusaha semaksimal mungkin untuk Taat dan menuruti keinginan serta menjauhi larangan dari Yang Maha Mengatur Alam yang sebenarnya.
Dialah Allah Ta’ala Zat yang menghidupkan dan mematikan, Dialah yang membolak-balikan siang dan malam, tidakkah kalian berpikir?
Wallahu a’lam
#AbuMiQdam/AkhlaqMulia#

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *